Seputar Publik / Berita

Jelang Iduladha 2026, Pemprov DKI Kerahkan 744 Petugas dan Salurkan 210 Sapi Kurban

Pengawasan hewan kurban diperketat di seluruh Jakarta dan Kepulauan Seribu untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sehat, halal, higienis, dan aman bagi masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta kerahkan 744 petugas pengawas dan salurkan 210 sapi kurban untuk memastikan Iduladha 2026 berlangsung aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat. Pemprov DKI Jakarta kerahkan 744 petugas pengawas dan salurkan 210 sapi kurban untuk memastikan Iduladha 2026 berlangsung aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Rano menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan pada kesehatan hewan, tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan dan tata cara penyembelihan sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.

Selain pengawasan, Pemprov DKI Jakarta juga meningkatkan jumlah bantuan hewan kurban tahun ini. Jika pada 2025 Pemprov menyalurkan 160 ekor sapi, pada Iduladha 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Rinciannya, sebanyak 160 sapi berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), 44 sapi dari Baznas Bazis DKI Jakarta, dan enam sapi dari HIPMI.

“Ini bentuk kepedulian bersama agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat kurban,” kata Rano.

Pemprov DKI juga memberi perhatian khusus terhadap pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. Pengawasan dilakukan di lokasi pemotongan untuk mencegah pembuangan darah maupun limbah organ hewan ke saluran air dan sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan pengawasan telah dilakukan sejak sebelum Iduladha, termasuk koordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban.

Ia memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular seperti antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), hingga orf.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap ratusan sampel darah hewan kurban dan sampel tanah di lokasi penjualan untuk memastikan semuanya aman,” ujarnya.

Hasudungan menjelaskan, total 744 petugas yang diterjunkan terdiri dari 424 personel Dinas KPKP, 62 dokter hewan dari organisasi profesi, 208 personel Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta 50 anggota Pramuka.

Seluruh petugas akan disebar ke enam wilayah administrasi, termasuk Kepulauan Seribu, dengan target pengawasan di 892 lokasi pemotongan hewan kurban.

Melalui pengawasan berlapis tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung tertib, higienis, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat penerima daging kurban.(*/hel)

Tulis Komentar

Komentar