Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Jelang Tabur Bunga, Panitia Sasak Kapuk Gelar Rapat Dengan OPD Tentukan Posisi Letak Monumen

Panitia Sasak Kapuk yang trrdiri dari inisiator dan para penggerak saat menggelar rapat dengan parq OPD Pemkot Bekasi membahas penentuan posisi letak monumen sasak kapuk, Selasa (11/8/2026). Panitia Sasak Kapuk yang trrdiri dari inisiator dan para penggerak saat menggelar rapat dengan parq OPD Pemkot Bekasi membahas penentuan posisi letak monumen sasak kapuk, Selasa (11/8/2026).

Seputarpublik.comKota Bekasi - Perjuangan" Panitia Sasak Kapuk" agar segera dibangun monemun sejarah perjuangan KH. Noer Alie di kali sasak kapuk bakal membuahkan hasil menyusul telah dibuatnya desain monumen tersebut oleh Pemkot Bekasi tinggal menentukan poisii letak yang tepat.

Sebelumnya pembangunan monumen tersebut terkendala oleh adanya pembangunan proyek MRT dilokasi yang sama.

Untuk mencari solusi tersebut, Panitia Sasak kapuk selasa (11/8/2026).menggelar rapat dengan para OPD Pemkot Bekasi terkait di lokasi tempat bersejarah kali sasak kapuk untuk meminta diperlihatkan desain monumen serta penentuan posisi letak yang tepat agar tidak mengganggu proyek nasional MRT.

Rapat dihadiri oleh tim panitia sasak kapuk yang terdiri dari inisiator serta para penggerak Sasak Kapuk, antara lain, anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim dan H. Suryo Harjo, serta tokoh masyarakat Muhaimin Jawir dan Lukman Hakim alias Alex Ziblo.

Dari pihak pemkot bekasi hadir dinas terkait antara lain, Dinas Perhubungan(Dishub), Distaru, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBSMDA) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)

Hadir pula para pemangku wilayah antara lain camat Bekasi Utara, Camat Medan Satria, Lurah Harapan Jaya, Lurah Pejuang dan para ketua RW Harapan dan Pejuang.

Dari rapat tersebut terungkap pihak Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan rancangan desain sekaligus tata letak monumen yang keberadaannya tidak mengganggu proyek pembangunan stasiun MRT tersebut dan tinggal dibangun.

Inisiator Sasak Kapuk yang juga Anggota DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim dalam rapat menegaskan bahwa pembangunan monumen serta penentuan lokasi yang tepat ini sangat krusial, sebagai simpul pengingat sejarah lokal bagi generasi mendatang di tengah masifnya gempuran modernisasi kota yang menggerus perhatian generasi muda kita terhadap sejarah bangsa.

"Cita-cita kita adalah tugu atau monumen yang akan dibangun ini bisa memberikan manfaat untuk kampung kita dan masa depan anak-anak kita, agar mereka bisa mengenal sejarah yang ada di wilayahnya sendiri," ujar Arif.

Arif juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur wilayah, yang sangat berkomitmen mengawal kelestarian nilai sejarah Sasak Kapuk.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada OPD yang hadir, Pak Camat Medan Satria, Pak Camat Bekasi Utara, para lurah, ketua RW, hingga tokoh masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga sampai hari H pelaksanaan acara, agar peringatannya berjalan khidmat, sukses, dan lebih meriah dari tahun lalu," kata Arif.

Sementara itu tokoh masyarakat sekaligus penggerak Sasak Kapuk, Lukman Hakim alias Alex Ziblo meminta kepada setiap instansi agar bergerak aktif sesuai dengan fungsi dan leading sector demi terealisasinya pembangunan monumen sekaligus suksesnya pelaksaan acara tabur bunga tanggal 17 Agustus 2026.

"Seperti DBMSDA mungkin akan turun melakukan pembersihan area, nanti kita juga akan turun bareng-bareng. Pak Camat dan Pak Lurah ikut memonitor, dan dinas lain turut mendukung agar kegiatan ini berjalan lancar," tutur Lukman Hakim yang juga calon anggota dewan PAW PAN.

Sedangkan tokoh masyarakat sekaligus penggerak Sasak Kapuk, Muhaimin Zawir yang menjabat Dirum Perumda Tirta Patriot berharap, Sinergi antara Tokoh Masyarakat, anggota DPRD dan Pemkot Bekasi Pemkot Bekasi dalam menyukseskan acara tabur bunga 17 Agustus 2026 besok sekaligus membuat penataan kawasan stasiun MRT berjalan selaras dengan upaya pelestarian artifak sejarah Tragedi Sasak Kapuk di Kota Bekasi.

"Inilah gunanya kita rapat pada hari ini selain bersinergi menyukseskan acara pada hari H juga menyinkronkan kepentingan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah agar selaras dengan cita-cita warga Bekasi Utara dan Medan Satria terkait pembangunan monumen sasak kapuk," pungkasnya.

(Red)