Seputar Publik / Internasional

JMSI Ajak Pers Asia Bangun Narasi Otentik di Era AI, Teguh Santosa: Media Harus Jadi Penjaga Perdamaian

Dalam forum media Asia di Kunming, Ketua Umum JMSI menekankan pentingnya kolaborasi pers lintas negara untuk memperkuat identitas Asia, melawan disinformasi, dan membangun narasi yang berlandaskan nilai kemanusiaan.
Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, menyampaikan pandangan dalam forum media Asia di Kunming, Tiongkok. Ia mengajak insan pers membangun narasi Asia yang otentik, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan melawan disinformasi. Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, menyampaikan pandangan dalam forum media Asia di Kunming, Tiongkok. Ia mengajak insan pers membangun narasi Asia yang otentik, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan melawan disinformasi.

Media Berperan Menjaga Perdamaian

Dalam forum tersebut, Teguh juga menekankan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas kawasan.

Ia menyebut sejumlah isu yang perlu menjadi fokus kolaborasi media Asia, antara lain pembangunan nasional dan regional, kemitraan masyarakat sipil, keberlanjutan lingkungan, ekonomi hijau, serta penguatan perdamaian.

> "Perdamaian bukan kondisi yang terjadi dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui dialog terbuka. Media memiliki kekuatan besar untuk meredam potensi konflik dan mengedepankan narasi perdamaian," ujar Teguh.

Ia juga mengajak seluruh insan pers memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab untuk memerangi penyebaran disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian, sekaligus menjaga integritas jurnalistik.

Perkuat Kolaborasi Lintas Negara

Teguh menegaskan bahwa masa depan ekosistem media Asia harus dibangun di atas fondasi transparansi, integritas, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi identitas bersama masyarakat Asia.

Ia berharap forum di Kunming menghasilkan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat kolaborasi media lintas negara, memperluas jejaring profesional, dan mendorong lahirnya ekosistem informasi yang sehat di era digital.

Menurutnya, kemitraan media regional merupakan langkah strategis agar perkembangan teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sesuai kepentingan masyarakat Asia tanpa menghilangkan identitas budaya dan nilai-nilai lokal.

Dengan semangat kolaborasi yang terbangun di Kunming, Teguh optimistis kerja sama antarmedia di kawasan akan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya ruang informasi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian di tengah tantangan global yang terus berkembang.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar