Beranda
Seputar Publik / Berita

Karyawati Kompas TV Tewas dalam Tabrakan KRL di Bekasi Timur

Korban teridentifikasi melalui proses DVI di RS Polri, insiden tabrakan kereta menelan korban jiwa
Ucapan Belasungkawa untuk Karyawati Kompas TV yang jadi  korban dalam tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Ucapan Belasungkawa untuk Karyawati Kompas TV yang jadi korban dalam tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menelan korban jiwa. Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan karyawati Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhynna.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Executive Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia (KAI), Wisnu Pramudyo, pada Selasa (28/4/2026).

Nur Ainia diketahui bekerja sebagai news production support di Kompas TV. Konfirmasi serupa juga disampaikan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, yang menyebut korban termasuk dalam daftar korban meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

“Betul. Ada 10 jenazah yang dibawa ke RS Polri untuk dilakukan proses identifikasi,” ujar Anne.

Wakil Pimpinan Redaksi Kompas TV, Martian Damanik, juga memastikan kabar tersebut. “Benar, salah satu korban adalah Ainia,” katanya.

Identifikasi oleh Tim DVI Polri

Identitas korban dipastikan melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, pihak kepolisian menyatakan bahwa jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhina, 32 tahun, warga Tambun Selatan, Bekasi.

Kepala RS Polri sekaligus Karo Dokpol Polri, Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan proses identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder dari properti korban.

“Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data sidik jari serta data sekunder dari properti sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhina, 32 tahun,” ujarnya.

Sempat Dilaporkan Hilang Kontak

Sebelumnya, Kompas TV sempat mengunggah permohonan bantuan kepada masyarakat melalui media sosial untuk mencari keberadaan korban yang dilaporkan hilang kontak pascakecelakaan.

Namun, informasi tersebut berujung duka setelah korban dipastikan menjadi salah satu yang meninggal dunia dalam insiden tabrakan kereta tersebut.

Peristiwa ini menjadi bagian dari kecelakaan transportasi rel yang menyita perhatian publik dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.(Hel)*