Seputarpublik.com, PEKANBARU — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo kembali menunjukkan keberhasilan model kemitraan dengan petani. Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan petani sawit yang tergabung dalam KUD Gemah Ripah, Desa Rimba Jaya, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, merasakan peningkatan kesejahteraan signifikan, ditandai dengan penerimaan tunjangan hari raya (THR) hingga Rp28 juta per anggota, (1/4/2026).
Ketua KUD Gemah Ripah, Supendi, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari peningkatan produktivitas kebun yang dikelola secara kolektif dan profesional.
“Alhamdulillah, tahun ini petani bisa menerima THR hingga Rp28 juta per orang,” ujarnya.
KUD Gemah Ripah saat ini mengelola kebun kelapa sawit seluas 703 hektare dengan jumlah anggota sebanyak 352 petani. Mayoritas tanaman telah memasuki usia produktif sekitar lima tahun, dengan tren hasil panen yang terus meningkat setiap tahunnya.
Sejak menjalin kemitraan dengan PTPN V—yang kini menjadi bagian dari PTPN IV Regional III—pada 2019, produksi kebun mengalami lonjakan signifikan. Pada fase awal tanaman menghasilkan (TM 1), produksi tercatat sekitar 3.500 ton tandan buah segar (TBS), kemudian meningkat menjadi 8.500 ton pada tahun berikutnya.
Pertumbuhan tersebut terus berlanjut hingga 2025, dengan total produksi mencapai 13.200 ton dan pendapatan koperasi sebesar Rp42,49 miliar. Dari hasil tersebut, petani memperoleh rata-rata penghasilan bulanan sekitar Rp4 hingga Rp5,5 juta, di luar simpanan dan biaya operasional.
Tidak hanya dari sisi ekonomi, kemitraan ini juga membawa perubahan signifikan dalam pola pengelolaan kebun. Para petani kini menerapkan praktik budidaya modern berbasis standar perusahaan, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan terencana, hingga perawatan tanaman yang sistematis.
Selain itu, tata kelola koperasi juga dikelola secara transparan, dengan pemisahan yang jelas antara pendapatan, biaya operasional, dan simpanan anggota. Hal ini memberikan kepastian penghasilan sekaligus memperkuat fondasi keuangan petani.
Dampak positif tersebut turut dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat. Perbaikan kualitas hunian, akses pendidikan anak, hingga peningkatan daya beli menjadi indikator nyata perubahan di tingkat desa.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret keberhasilan pola kemitraan yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, petani kini menjadi bagian integral dalam ekosistem industri sawit nasional.
“Petani tidak lagi hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi menjadi mitra strategis dalam rantai nilai industri kelapa sawit,” ujarnya.
Saat ini, PTPN IV PalmCo menjalin kemitraan dengan ribuan petani plasma di Provinsi Riau dengan total luas lahan mencapai sekitar 56.000 hektare. Pendampingan dilakukan secara intensif, mulai dari aspek teknis budidaya hingga penguatan kelembagaan koperasi.
Model kemitraan ini juga dilengkapi dengan skema perlindungan bagi petani. Apabila produksi berada di bawah standar nasional, perusahaan menyiapkan mekanisme mitigasi guna menjaga stabilitas pendapatan petani.
Keberhasilan KUD Gemah Ripah menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara BUMN dan petani mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sektor perkebunan nasional.(Adv)*