Seputarpublik.com || JAKARTA – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, secara resmi melantik jajaran Pengurus JMSI DKI Jakarta periode 2025–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Edi Kuswanto resmi dikukuhkan sebagai Ketua JMSI DKI Jakarta periode 2025–2030, sementara Cornelius Naibaho dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal JMSI DKI Jakarta.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan tari tradisional Betawi yang dipersembahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars JMSI, pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, hingga prosesi pembacaan Janji Setya JMSI yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa.

Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya wakil ketua dewan pers Totok Suryanto mewakili Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin yang berhalangan hadir, mantan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Beky Madani, serta berbagai tokoh masyarakat, perwakilan instansi pemerintah, dan insan pers.
Dalam sambutannya, Ketua JMSI DKI Jakarta, Edi Kuswanto, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber yang mampu menghadirkan informasi berkualitas bagi masyarakat.

"JMSI hadir untuk menghadirkan dan mencerahkan informasi daerah. Kami siap membangun ekosistem media yang sehat, menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai independensi dan profesionalisme. Dalam waktu dekat, JMSI DKI Jakarta juga akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang direncanakan berlangsung pada bulan November," ujar Edi Kuswanto.
Sementara itu, Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menekankan pentingnya membangun organisasi melalui kerja sama tim yang solid, komunikasi yang terbuka, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Dalam organisasi harus dibangun kerja sama tim yang solid. Komunikasi harus berjalan dari bawah, dari teman-teman anggota maupun dengan seluruh stakeholder, sehingga keharmonisan organisasi dapat terus terjaga. Dengan demikian, JMSI dapat tumbuh menjadi organisasi yang sehat, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya," kata Teguh Santosa.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab JMSI memiliki tantangan tersendiri karena organisasi tersebut tidak hanya menaungi wartawan, tetapi juga perusahaan media siber yang menjadi anggotanya.
Pelantikan Pengurus JMSI DKI Jakarta periode 2025–2030 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan kualitas perusahaan pers, serta memperkokoh kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.(Rendy)*