Seputar Publik / Politik

Kontestasi Pilkada Kota Bekasi 2024, Para Paslon Musti Paham Kultur dan Akar Rumput

Sebab itu, kata Dia, para calon pemimpin Kota Bekasi musti mengetahui langsung persoalan-persoalan di masyarakat. Bukan hanya pada pada level atas menengah, tapi juga akar rumput.

“Para paslon kudu “turun gunung”, melihat secara langsung persoalan dan kebutuhan masyarakat bukan hanya pada tataran level atas, tapi juga pada masyarakat bawah. Sebab, suara mereka bakal dibutuhkan saat pemilihan Pilkada 2024 nanti,” jelas Deros.

Selain aspek ekonomi sosial, kata Deros, para paslon Walikota Bekasi ini juga musti mengetahui kultur, budaya masyarakat Kota Bekasi. Sehingga mereka bisa diterima semua kalangan.

“Pahami kultur, budaya masyarakat. Setiap daerah punya ciri khas. Termasuk Bekasi ini, Ke-betawian-nya masih terasa, meski masyarakatnya sudah heterogen bercampur dengan suku-suku lainnya,” ungkap pria alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Masih kata Deros, jika ada Paslon Walikota Bekasi yang pandai bergaul dan merangkul semua kalangan, tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan. Mau duduk bareng berdiskusi, mendengar dan menuntaskan keluhan masyarakat secara langsung, bukan dari para pembisik. Paslon tersebut dapat diterima dan mendapatkan simpati suara dari masyarakat Kota Bekasi.

“Para Paslon Walikota Bekasi musti bergerilya, turun langsung temui masyarakat, mendengar, mencatat saran, masukan, keluhan dan keinginan warga Kota Bekasi. Kalau perlu duduk bareng sambil ngopi,” pungkasnya.

(*/AZ)

Tulis Komentar

Komentar