Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa serapan ekspor tersebut merupakan bagian dari hasil strategi turn around komoditas kopi yang diterapkan di Kebun Kalisat dan Blawan, kawasan Ijen.
Dalam tiga tahun terakhir, manajemen melakukan sejumlah perbaikan di sektor hulu, antara lain melalui peremajaan bibit unggul dan penerapan teknologi yang dinilai lebih efisien.
Perbaikan proses bisnis tersebut turut berdampak pada produktivitas Kebun Java Coffee Estate (JCE) pasca-KSO.
Titik produktivitas tertinggi dalam tujuh tahun terakhir tercatat pada 2023, yakni mencapai 2.895 kilogram per hektare (Kg/Ha) cherry, atau setara 482 Kg/Ha green bean.
Sementara pada 2026, produksi Tanaman Menghasilkan (TM) I dari hasil investasi PTPN IV yang dimulai sejak 2022 mencapai 2.618 Kg/Ha cherry, atau 417 Kg/Ha green bean.
“Tentu kami akan berupaya meningkatkan skalanya dengan tetap memperhatikan kualitas panen serta mutu produk, sehingga ekspor ke mancanegara yang sudah berhasil dilakukan juga dapat diperluas lagi,” kata Jatmiko.
Target Ekspor 700 Ton pada Musim Panen 2026
Komentar