Seputar Publik Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi mengelar rapat evaluasi banjir di Kota Bekasi, membahas pemulihan area terdampak banjir, bertempat di ruang rapat Wali Kota Bekasi, Jumat, (7/2025)
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, banjir yang melanda Bekasi merupakan peristiwa terbesar yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir, dengan intensitas hujan mencapai 1100 liter per detik, jauh lebih besar dibandingkan banjir pada 2020 yang hanya mencapai 600 liter per detik.
"Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting terkait tata guna lahan di daerah sekitar Puncak, serta pentingnya penanganan masalah air laut yang dapat masuk ke kali Bekasi saat hujan pasang," ucapnya.
Selain itu, masalah belum selesainya pembangunan tanggul di sejumlah titik juga turut memperburuk kondisi," tambahnya.
Saat ini, Pemkot Bekasi tengah memasuki tahap recovery, dengan fokus pada pembersihan sedimentasi lumpur dan puing-puing yang masih menempel di rumah-rumah warga. Diminta para aparatur terlibat lebih banyak lagi untuk membantu warga terdampak banjir pada akhir pekan ini.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Bekasi juga menginstruksikan camat untuk memetakan masalah yang belum terselesaikan, seperti pembebasan lahan untuk mendukung kelanjutan pembangunan tanggul Kali Bekasi.
Komentar