Beranda
Seputar Publik / Berita

Lapas Rangkasbitung Gelar Mobile VCT HIV dan Hepatitis C, Warga Binaan Jalani Deteksi Dini Kesehatan

Kolaborasi Lapas Rangkasbitung, KPAD dan Dinas Kesehatan Lebak Perkuat Layanan Kesehatan Humanis bagi Warga Binaan
Lapas Rangkasbitung bersama KPAD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menggelar Mobile VCT HIV, IMS, dan Hepatitis C sebagai upaya deteksi dini serta penguatan layanan kesehatan bagi warga binaan. Lapas Rangkasbitung bersama KPAD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menggelar Mobile VCT HIV, IMS, dan Hepatitis C sebagai upaya deteksi dini serta penguatan layanan kesehatan bagi warga binaan.

Seputarpublik.com, LEBAK BANTEN — Lapas Kelas III Rangkasbitung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Lebak serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Hepatitis C bagi warga binaan pemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Rangkasbitung tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan. Pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan mendapat antusiasme dari peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pelaksana KPAD Kabupaten Lebak yang juga Wakil Bupati Lebak, Amiz Hamzah, Kepala Lapas Rangkasbitung beserta jajaran, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Program Mobile VCT ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga binaan agar tetap memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Rangkasbitung menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga pemasyarakatan dalam memastikan hak kesehatan warga binaan tetap terpenuhi.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama KPAD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dalam pelaksanaan Mobile VCT ini. Kegiatan ini penting sebagai langkah preventif dan deteksi dini guna menjaga kesehatan warga binaan serta menciptakan lingkungan lapas yang sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KPAD Kabupaten Lebak, Amiz Hamzah, mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penanganan HIV, IMS, dan Hepatitis C membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar upaya pencegahan dan edukasi kesehatan dapat berjalan optimal.

“Pencegahan dan penanganan HIV, IMS maupun Hepatitis C membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kesehatan serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” kata Amiz Hamzah.

Melalui kegiatan ini, Lapas Rangkasbitung berharap pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat terus ditingkatkan melalui penguatan kolaborasi lintas instansi. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, humanis, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.(A4N)*