Beranda
Seputar Publik / Berita

Lurah Cikoko Sulap Sungai Ciliwung Jadi Destinasi Wisata Air dan Edukasi Lingkungan, Warga Jakarta Tak Perlu Keluar Kota

Kelurahan Cikoko menggagas kawasan bantaraqn Sungai Ciliwung sebagai eco edu wisata air yang memadukan susur sungai, edukasi lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan masyarakat.
Bukan sekadar susur sungai! Kelurahan Cikoko menggagas Sungai Ciliwung menjadi destinasi eco edu wisata air yang menghadirkan rekreasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di tengah Kota Jakarta. Bukan sekadar susur sungai! Kelurahan Cikoko menggagas Sungai Ciliwung menjadi destinasi eco edu wisata air yang menghadirkan rekreasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di tengah Kota Jakarta.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Sungai Ciliwung yang selama ini identik dengan persoalan banjir dan pencemaran tengah dipersiapkan menjadi destinasi eco edu wisata air di kawasan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Gagasan tersebut diinisiasi Pemerintah Kelurahan Cikoko sebagai upaya menghadirkan kawasan wisata berbasis lingkungan yang menggabungkan rekreasi, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.

Lurah Cikoko, H. Zaini Hamdan, mengatakan konsep yang sedang dikembangkan tidak hanya menawarkan wisata susur sungai, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar mengenai pelestarian lingkungan secara terpadu.

Lurah Cikoko, H.Zaini Hamdan (kiri) saat menerima bibit tanaman buah langka di lokasi eduwisata Ciliwung

> "Kami ingin kawasan ini menjadi destinasi wisata air. Warga Jakarta tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Di sini pengunjung bisa menikmati susur sungai, menanam pohon, belajar membuat kompos, melihat peternakan, budidaya maggot, hingga perikanan," ujar Zaini.

Menurutnya, kawasan bantaran Ciliwung memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata edukatif di Ibu Kota. Konsep tersebut bahkan diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda karena memadukan aktivitas wisata dengan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Ke depan, pengunjung tidak hanya diajak menikmati perjalanan menyusuri Sungai Ciliwung menggunakan perahu, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pengolahan limbah organik menjadi kompos, pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk, hingga penggunaan maggot sebagai pakan ikan dalam sistem ekonomi sirkular.

> "Semua saling terhubung. Orang datang bukan hanya untuk berekreasi, tetapi juga belajar bagaimana menjaga lingkungan," jelasnya.

Saat ini, sejumlah sarana penunjang wisata telah tersedia, termasuk lima unit perahu yang dapat digunakan untuk kegiatan susur sungai, baik menggunakan mesin maupun perahu dayung.

Meski demikian, Zaini mengakui masih terdapat tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait fluktuasi debit air Sungai Ciliwung yang dipengaruhi musim.

> "Ketika debit air sedang surut seperti sekarang, perahu bermesin cukup sulit beroperasi. Sementara menggunakan perahu dayung masih memungkinkan, meski tidak semua pengunjung menginginkan pilihan tersebut," katanya.

Di balik pengembangan kawasan tersebut, terdapat peran aktif MAT PECI, komunitas sosial dan lingkungan yang lahir dari kepedulian masyarakat terhadap kondisi Sungai Ciliwung.

Komunitas ini secara konsisten menginisiasi berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, mulai dari aksi bersih sungai, penghijauan, pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, hingga pemberdayaan warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, kawasan Ciliwung di Kelurahan Cikoko diharapkan berkembang menjadi destinasi eco edu wisata air yang tidak hanya menghadirkan alternatif rekreasi bagi warga Jakarta, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan yang mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.

> "Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat menyadari bahwa sungai merupakan sumber kehidupan kita, masa depan kita, dan masa depan anak cucu kita. Jika sungai dijaga dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat," tutup Zaini.(*/hel)