Menurut dia, masyarakat Madura membutuhkan lapangan pekerjaan, peningkatan kesejahteraan, serta kesempatan untuk berkembang. Karena itu, rencana investasi perlu dibahas secara terbuka dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, ulama, tokoh daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Maka kehadiran Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan merupakan salah satu solusi untuk membangun Pulau Madura. Yang penting adalah bagaimana memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat dan memiliki kesiapan untuk mengambil peluang yang ada,” ujar Jusuf Rizal.
Ia menambahkan, investasi yang masuk tetap perlu memperhatikan aturan hukum, kepentingan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
Madas Nusantara Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat Madura
Madas Nusantara merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial dan kemasyarakatan untuk mewadahi masyarakat Madura di perantauan, baik di berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Organisasi tersebut digagas Jusuf Rizal bersama sejumlah tokoh Madura dengan tujuan memperkuat komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaborasi, silaturahmi, serta pengembangan jaringan usaha.
Madas Nusantara juga menyatakan menjalin kemitraan dengan TNI dan Polri dalam berbagai program yang berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Bina-Lindung-Sejahtera.
Jusuf Rizal menegaskan bahwa organisasinya ingin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Dengan adanya perbedaan pandangan mengenai Wiraraja Industrial Park Madura, Madas Nusantara berharap pembahasan investasi tersebut dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Seluruh masukan, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi, dinilai perlu menjadi bagian dari proses evaluasi agar keputusan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat Madura.(Red)*
Komentar