«"Mazda selalu percaya bahwa sebuah cerita memiliki kekuatan untuk membangun koneksi yang lebih dalam dengan banyak orang. Melalui Mazda Short Movie Competition 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi para sineas muda untuk mengembangkan kemampuan bercerita mereka, menyampaikan sudut pandang yang fresh, sekaligus menjadikan kompetisi ini sebagai langkah awal bagi lahirnya talenta-talenta baru di industri perfilman Indonesia," ujar Viya.»
Belajar Langsung dari Praktisi Perfilman
Peluncuran kompetisi di GIIAS 2026 juga menghadirkan sejumlah praktisi perfilman Indonesia, yakni Bagus Tikus, Upi Guava, dan Benny Kadarhariarto.
Dalam sesi berbagi pengalaman, para narasumber membahas proses kreatif pembuatan film, mulai dari menemukan ide, mengembangkan cerita, menerjemahkannya ke dalam bahasa visual, hingga membangun emosi yang mampu meninggalkan kesan bagi penonton.
Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa keberhasilan sebuah film pendek tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis pengambilan gambar, tetapi juga oleh kekuatan cerita, sudut pandang, dan kemampuan menghadirkan pengalaman emosional kepada audiens.
Mazda juga memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengeksplorasi berbagai genre dan gaya penceritaan selama tetap mengacu pada tema kompetisi "Be The First: The First Story That Changed Everything."
Komentar