> “Makanannya disiapkan agar tahan lama, sekitar 12 jam, dari proses penyajian sampai dikonsumsi saat berbuka,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan ibadah puasa, pelayanan Program MBG tetap berlangsung normal tanpa perubahan pola distribusi maupun waktu konsumsi.
> “Untuk daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanannya tetap seperti biasa,” kata Dadan.
BGN juga melakukan penyesuaian jenis menu selama Ramadan. Menu MBG difokuskan pada makanan siap santap yang sederhana namun tetap bernilai gizi tinggi dan aman dikonsumsi setelah beberapa jam.
> “Menu yang disiapkan tentu makanan siap santap, tapi harus tahan lama,” ujarnya.
Adapun contoh menu MBG selama Ramadan antara lain kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, serta penganan lokal yang memiliki daya simpan cukup baik, seperti kue tradisional.
> “Intinya sederhana, bergizi, dan aman sampai waktu berbuka,” pungkas Dadan. (*/hel)
Komentar