Beranda
Seputar Publik / Berita

Menatap Abad Kedua Teh Kayu Aro, PalmCo Perkuat Rebranding dan Mutu Global

Seratus tahun kebun teh legendaris di lereng Gunung Kerinci menjadi pijakan transformasi menuju standar kualitas dunia tanpa meninggalkan warisan sejarah
Hamparan Kebun Teh Kayu Aro di lereng Gunung Kerinci, Jambi, menjadi saksi peringatan satu abad kebun teh legendaris yang kini memasuki babak baru transformasi mutu dan rebranding global di bawah pengelolaan PTPN IV PalmCo. Hamparan Kebun Teh Kayu Aro di lereng Gunung Kerinci, Jambi, menjadi saksi peringatan satu abad kebun teh legendaris yang kini memasuki babak baru transformasi mutu dan rebranding global di bawah pengelolaan PTPN IV PalmCo.

Seputarpublik.com, JAMBISeratus tahun bukan sekadar penanda usia bagi Kebun Teh Kayu Aro di Kabupaten Kerinci, Jambi. Lebih dari itu, ia merepresentasikan ketahanan, ingatan kolektif, dan perjalanan panjang industri teh nasional. Memasuki awal 2026, Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, menegaskan arah masa depan Kayu Aro melalui langkah rebranding dan penguatan standar mutu guna menghadapi persaingan global.

Puncak peringatan satu abad Kebun Teh Kayu Aro digelar pada 30 Desember 2025 di tengah bentang hijau lereng Gunung Kerinci. Acara bertajuk “Seabad Aroma, Rasa, Warna, dan Sejuta Cerita” itu dihadiri jajaran manajemen perusahaan, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci. Bupati Kerinci Monadi hadir langsung, menegaskan posisi Kayu Aro sebagai aset strategis, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa Kebun Teh Kayu Aro adalah lebih dari sekadar aset bisnis. Berada di ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, kebun teh ini menjadi bagian penting dari sejarah industri perkebunan nasional.

“Selama 100 tahun, Kayu Aro telah menjadi saksi perjalanan industri teh dari masa ke masa. Hari ini, kebun ini dikelola sepenuhnya oleh anak bangsa, dan itu adalah kebanggaan tersendiri,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi, tetapi juga memastikan kualitas Teh Kayu Aro mampu bersaing di pasar global tanpa kehilangan pijakan kuat di pasar domestik. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh masyarakat sekitar yang hidup dan bekerja bersama perkebunan.

Rebranding Tanpa Meninggalkan Sejarah

Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro. Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar relevan dengan selera konsumen masa kini, sekaligus tetap menonjolkan karakter historis yang telah melekat sejak lama.

“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” ujar Direktur Strategi dan Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo.

Ia menegaskan bahwa peningkatan produktivitas dan standar kualitas menjadi fondasi utama pengelolaan Kebun Teh Kayu Aro dalam menapaki abad kedua.

Dari sisi bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif. Sejak 2008, sekitar 4,5 persen dari total produksi teh PTPN IV disuplai oleh Kebun Teh Kayu Aro. Teh ini juga dikenal memiliki aroma kuat dan cita rasa premium yang digemari keluarga kerajaan Belanda—mulai dari Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, hingga Ratu Beatrix—bahkan tercatat pernah diminati Kerajaan Inggris, serta telah didistribusikan ke berbagai negara.

Lebih jauh, PalmCo kini mengintegrasikan aspek produksi dengan pelestarian lingkungan dan edukasi sejarah. Kebun Teh Kayu Aro diposisikan sebagai ekosistem berkelanjutan yang memadukan komoditas perkebunan, nilai konservasi, dan potensi agrowisata.

Identitas Kerinci

Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, Kayu Aro merupakan identitas daerah yang tak terpisahkan dari denyut ekonomi dan pariwisata setempat. Bupati Kerinci Monadi, berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat.

“Harapannya, kejayaan Kayu Aro dapat sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kerinci,” ujarnya.

Memasuki abad kedua, PalmCo menaruh optimisme besar. Sejarah panjang Kayu Aro dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar nostalgia.

“Seratus tahun adalah awal dari babak baru. Dari sini, kita menuliskan cerita-cerita yang lebih kuat dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia,” tutur Jatmiko.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Kayu Aro memilih melangkah dengan caranya sendiri: bertumpu pada mutu, merawat warisan, dan terus beradaptasi dengan zaman. Sebuah perjalanan panjang yang diyakini masih akan terus berlanjut. [Red]