Seputar Publik / Berita

Mendagri Berharap Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan di Lingkungan ASN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan kurikulum di IPDN yang melatih para praja untuk mahir berbahasa asing. Kemampuan ini penting karena menjadi salah satu syarat utama dalam memperoleh beasiswa LPDP.

Ia meyakini bahwa alumni IPDN merupakan individu terpilih dengan kapasitas pengetahuan yang mumpuni dan dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk dalam kemampuan berbahasa asing.

“Kalau saya tahu anak-anak di sini (IPDN) adalah anak-anak yang pintar. Mereka lebih dari 30 ribu orang bayangkan yang tes, yang diterima hanya lebih kurang 1.000 orang,” ujarnya.

Mendagri menjelaskan bahwa melanjutkan pendidikan ke luar negeri memiliki banyak keuntungan, antara lain mendapatkan pengetahuan baru, memperluas jaringan internasional, dan mengenal budaya lain melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Saya enggak mengatakan [perguruan tinggi] dalam negeri buruk, tidak, sekolah di dalam negeri kita hanya mendapatkan satu saja, yaitu knowledge, ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, negara-negara besar banyak berinvestasi dalam dunia pendidikan dengan mengirimkan generasi mudanya belajar ke luar negeri. Lulusan dari program tersebut terbukti mampu membawa kemajuan bagi negaranya, termasuk melakukan reformasi tata kelola pemerintahan.

Karena itu, Mendagri menilai Indonesia perlu melakukan hal serupa. Salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh adalah dengan mendorong ASN untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri agar mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

(*/Rdn)

Tulis Komentar

Komentar