Beranda
Seputar Publik / Berita

Mentan Amran Tegaskan Harga Minyak Goreng Tak Boleh Mahal, PTPN Jaga Pasokan MinyaKita Selama Ramadhan

PTPN IV PalmCo pastikan harga MinyaKita di distributor Rp13.439 per liter dan pacu produksi hingga 4,55 juta liter jelang Lebaran 2026
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Holding Perkebunan Nusantara memastikan harga minyak goreng tetap stabil selama Ramadhan hingga Idulfitri. PTPN IV PalmCo menjaga pasokan MinyaKita dan meningkatkan produksi guna mencegah lonjakan harga di pasaran. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Holding Perkebunan Nusantara memastikan harga minyak goreng tetap stabil selama Ramadhan hingga Idulfitri. PTPN IV PalmCo menjaga pasokan MinyaKita dan meningkatkan produksi guna mencegah lonjakan harga di pasaran.

Seputarpublik.com, JAKARTA – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa minyak goreng tidak boleh dijual dengan harga mahal apalagi sampai langka di pasaran. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul temuan harga minyak goreng rakyat yang sempat menembus Rp19.000 per liter di sejumlah pasar.

Dalam inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jakarta beberapa waktu lalu, Mentan menemukan produk MinyaKita dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi anomali di tengah posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Merespons kondisi tersebut, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar domestik.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan komitmen perusahaan sebagai bagian dari BUMN untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau selama Ramadhan hingga Idulfitri.

"Sebagai BUMN yang bergerak di industri perkebunan sawit, kami memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa hingga menyambut Lebaran tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng," ujar Jatmiko.

Ia menjelaskan bahwa PT Industri Nabati Lestari (INL) yang merupakan anak perusahaan PTPN IV PalmCo memproduksi minyak goreng program pemerintah MinyaKita dengan harga jual tetap stabil.

Harga jual MinyaKita dari produsen kepada distributor saat ini dipertahankan pada angka Rp13.439 per liter dalam skema Business to Business (B2B).

Menurut Jatmiko, kebijakan harga tersebut sengaja diterapkan agar distributor dan pedagang eceran masih memiliki ruang margin yang sehat sehingga harga di tingkat konsumen tetap berada pada batas HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Produksi Minyak Goreng Digenjot Jelang Lebaran

Selain menjaga stabilitas harga, PTPN IV PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Hari Raya Idulfitri.

Di sektor hulu, produksi Crude Palm Oil (CPO) perusahaan ditargetkan meningkat lebih dari 10,5 persen hingga mencapai sekitar 225.940 ton pada April 2026. Sementara di sektor hilir, PT Industri Nabati Lestari juga menggenjot produksi minyak goreng ritel.

Pada bulan Maret 2026, produksi minyak goreng ditargetkan mencapai 4,2 juta liter, dan akan meningkat sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Jatmiko menyebutkan bahwa seluruh kapasitas produksi pabrik saat ini difokuskan untuk memproduksi MinyaKita guna menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

"Kami bahkan menunda sementara produksi beberapa merek komersial internal perusahaan agar kapasitas pabrik sepenuhnya difokuskan untuk mendukung ketersediaan MinyaKita hingga Hari Raya Idulfitri," jelasnya.

Melalui kolaborasi antara pengawasan pemerintah dan dukungan pasokan dari BUMN, diharapkan stabilitas harga minyak goreng dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar selama Ramadhan hingga Lebaran.(red)*