Reformasi struktur bisnis perkebunan berlanjut pada 2014–2015, saat PTPN III (Persero) ditunjuk sebagai induk Holding Perkebunan Nusantara. Tujuannya jelas: memperkuat daya saing dan efisiensi perusahaan-perusahaan perkebunan negara.
Lompatan besar terjadi pada 2022–2023, ketika Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir membentuk Subholding PalmCo — perusahaan raksasa sawit hasil konsolidasi enam PTPN (IV, V, VI, VII, XIII, dan XIV).
Dalam struktur baru ini, PTPN IV dipercaya menjadi induk PalmCo, membawa visi menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas lahan lebih dari 600 ribu hektare.
Namun, di balik segala inovasi dan restrukturisasi itu, PalmCo tidak pernah melupakan akarnya: sejarah yang melahirkan perusahaan ini.
Aset Sejarah yang Masih Bernapas
Gedung Kantor PTPN IV Regional II: Cagar Budaya di Tengah Modernisasi
Di pusat Kota Medan, berdiri megah gedung tua berarsitektur kolonial yang kini menjadi kantor PTPN IV Regional II. Bangunan ini masih memancarkan aura masa lalu dengan langit-langit tinggi, jendela besar, dan detail arsitektur khas Belanda.
Tak hanya menjadi pusat administrasi, gedung ini juga menjadi saksi hidup perjalanan BUMN perkebunan Indonesia, serta sarana edukasi bagi generasi muda melalui program seperti Siswa Mengenal Nusantara (SMN).
Kebun Pulu Raja: Warisan VOC yang Tetap Produktif
Komentar