Seputar Publik / Berita

Misteri Batu Lingga Gunung Payung Karangjaya, Situs Suci Kerajaan Nagara Tengah

Batu lingga tersebut berdiri di atas gundukan tanah di sisi kanan puncak bukit. Batu ini memiliki tinggi sekitar 80 sentimeter dan lebar 20 sentimeter dengan ujung berbentuk setengah lingkaran. Pada bagian bawah terdapat ukiran melengkung di empat sisi, yang menunjukkan bahwa batu ini adalah hasil karya manusia, bukan batu alami.

Sayangnya, batu yoni atau alas batu lingga kini telah hilang. Menurut keterangan warga dan perangkat desa, dulunya batu tersebut ada dan posisinya berada di tengah puncak, bukan di pojok seperti sekarang. Namun, tidak diketahui secara pasti alasan pemindahannya maupun keberadaan batu alas tersebut saat ini.

Pada masa kejayaan Kerajaan Nagara Tengah, situs Batu Lingga Gunung Payung merupakan tempat suci untuk berdoa, bertapa, dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Warga meyakini bahwa doa yang dipanjatkan dengan hati bersih dan tulus di tempat ini akan lebih mudah dikabulkan. Keyakinan ini terus hidup di masyarakat sekitar hingga kini.

Selain itu, kawasan Gunung Payung juga diyakini menjadi tempat pertapaan raja, pejabat kerajaan, dan sesepuh Kerajaan Nagara Tengah, Kabataraan Galunggung, dan Galuh Pakuan. Di puncak tertinggi, terdapat dua makam kuno yang diyakini sebagai makam Eyang Rama Gumulung Putih dan Eyang Ratu Gumulung Putih, leluhur dari Kerajaan Galunggung.

Tulis Komentar

Komentar