Menurut catatan naskah kuno, situs ini awalnya merupakan punden berundak. Namun, akibat letusan gunung berulang kali, bentuk aslinya tertimbun tanah. Para pemerhati sejarah menilai, diperlukan ekskavasi oleh tim ahli untuk mengungkap bentuk aslinya secara lebih mendalam.
Asal usul pasti batu lingga ini masih menjadi misteri. Sebagian sumber menyebut, batu ini dibuat pada masa awal Kerajaan Galuh sekitar abad ke-7. Ada pula yang meyakini dibuat pada masa Kabataraan Galunggung abad ke-9, atau pada masa Kerajaan Nagara Tengah sekitar abad ke-14. Untuk memastikan usia pastinya, para peneliti menyarankan dilakukan uji carbon dating secara ilmiah.
Tim Ekspedisi yang ikut dalam kegiatan ini antara lain Kapolsek Tanjungjaya Iptu Deny H., tokoh masyarakat H. Iyus, Tim Gasantana Hadi Permana dan Ambu Apong, Kades dan Sekdes Sirnajaya H. Asep Sopandi, Kadus Awiluar, Kapuskesmas Tanjungjaya dr. Kustiana, Karang Taruna, dan warga setempat. Total peserta ekspedisi sekitar 20 orang.
Kegiatan ekspedisi ini ditutup dengan botram (makan bersama) di Saung Haji Iyus, Karangjaya. Menu tradisional seperti ikan gurame bakar, pepes, ayam kampung goreng, sambal lalap pedas, asin peda, jengkol, dan pete menjadi pelengkap suasana kebersamaan usai napak tilas sejarah panjang Gunung Payung.***
Komentar