Pembangunan bangsa pada akhirnya tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur. Indonesia membutuhkan pembangunan manusia dan akhlak.
Kita membutuhkan ekonomi yang memberikan keadilan, politik yang beradab, hukum yang memberikan rasa keadilan, pendidikan yang mencerdaskan sekaligus membentuk karakter, serta pemimpin yang mampu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.
Di sinilah pesantren dan NU memiliki peran strategis.
Muktamar bukan hanya tentang memilih siapa yang akan memimpin organisasi. Muktamar juga diharapkan mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: akan dibawa ke mana umat Islam Indonesia?
Bagaimana Indonesia akan dibangun dalam 10 tahun, 50 tahun, bahkan satu abad ke depan? Dan yang tidak kalah penting, pemimpin seperti apa yang akan diwariskan kepada generasi mendatang?
Doa dan Harapan
Dari Partai Masyumi, disampaikan penghormatan dan doa untuk seluruh peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Semoga para muktamirin diberikan kejernihan hati, keluasan ilmu, ketajaman pikiran, serta keikhlasan dalam mengambil keputusan.
Semoga Muktamar ke-35 melahirkan kepemimpinan NU yang semakin kuat, solid, mandiri, dan berintegritas. Semoga dari Tambakberas lahir gagasan-gagasan besar untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Semoga dari rahim pesantren terus lahir generasi pemimpin Indonesia yang berilmu, beriman, berakhlak, berintegritas, mencintai tanah air, dan berani memperjuangkan keadilan.
Partai Masyumi meyakini bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berkuasa, tetapi juga oleh kualitas manusia yang mengelola kekuasaan tersebut.
Karena itu, harapan kepada NU adalah agar terus merawat ulama, mempertahankan marwah keulamaan, menjauhkan kepemimpinan dari politik uang dan transaksi kepentingan, mendidik kader, menjaga persatuan umat, mengawal moral bangsa, serta menjadi teladan dalam kehidupan demokrasi.
"Selamat bermuktamar kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Semoga Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi momentum kebangkitan moral, intelektual, dan kebangsaan.
Merawat Jagat, Membangun Peradaban.
Jakarta, 25 Agustus 2026
*Penulis: adalah Sekretaris Jenderal Partai Masyumi.
Komentar