Di tengah perubahan zaman dan semakin kompleksnya kehidupan politik, NU diharapkan tetap teguh mempertahankan prinsip-prinsip keulamaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan moralnya.
Keulamaan bukan sekadar gelar atau kedudukan. Keulamaan adalah keteladanan, ilmu yang diamalkan, kejujuran, kesederhanaan, keberanian menyampaikan kebenaran, serta kemampuan menempatkan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ketika kehidupan politik bangsa menghadapi tantangan pragmatisme, transaksi kepentingan, dan politik uang, NU diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan moral sekaligus memberikan keteladanan dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Politik uang tidak semestinya menjadi ukuran dalam menentukan siapa yang layak memimpin. Kepemimpinan juga tidak seharusnya dipertukarkan dengan materi, fasilitas, ataupun transaksi kepentingan.
Muktamar ke-35 diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pergantian kepemimpinan organisasi besar dapat dilakukan secara bermartabat dengan mempertimbangkan ilmu, akhlak, rekam jejak, kemampuan, integritas, dan musyawarah.
Komentar