Direktur Strategy & Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menekankan bahwa tuntutan pasar global terhadap produk sawit kini tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga transparansi tata kelola dan komitmen terhadap keberlanjutan.
“Industri perkebunan saat ini dituntut mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan komitmen lingkungan. Karena itu, transformasi tidak bisa hanya berhenti pada aspek operasional,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, PalmCo juga memberikan penghargaan kepada sejumlah unit usaha terbaik, mulai dari kebun kelapa sawit, kebun karet, pabrik kelapa sawit, hingga unit teh dan plasma. Penghargaan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya kompetisi yang sehat dan produktif di seluruh lini operasional.
Lebih dari sekadar agenda internal, PalmCo juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan efek berganda bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja serta penguatan ekonomi lokal. Perusahaan menyatakan akan terus memperluas peluang kerja melalui pengembangan komoditas unggulan seperti sawit, karet, teh, dan kopi, termasuk melalui kemitraan bersama petani dan penguatan hilirisasi industri.
“Kami ingin pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan terbukanya peluang ekonomi baru di daerah,” kata Jatmiko.
Di tengah tantangan industri perkebunan yang dihadapkan pada fluktuasi harga global, tekanan isu lingkungan, dan tuntutan efisiensi, langkah transformasi yang ditempuh PalmCo mencerminkan arah baru pengelolaan industri sawit nasional—tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama daya saing jangka panjang.(Red)*
Komentar