Seputarpublik.com, MEDAN — Di tengah kuatnya tekanan industri sawit global yang semakin ketat terhadap aspek keberlanjutan dan efisiensi, subholding PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo terus mempercepat transformasi internal pascaintegrasi perusahaan. Digitalisasi operasional, standardisasi tata kelola, hingga penguatan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi fokus utama perusahaan dalam memperkuat daya saing industri sekaligus memperluas dampak ekonomi di berbagai daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam agenda Performance Awarding Night 2025 yang digelar di Regional Office PTPN IV Regional I, Medan, awal pekan ini. Selain menjadi ajang apresiasi bagi unit-unit usaha berprestasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum strategis konsolidasi pascamerger guna menyatukan standar kerja dan budaya organisasi di seluruh wilayah operasional PTPN IV PalmCo.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa tantangan utama pascamerger adalah memastikan seluruh entitas perusahaan bergerak dalam standar tata kelola yang seragam, dengan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan penghargaan terhadap kinerja.
“Pasca-merger, kami harus memastikan seluruh entitas bergerak dengan standar yang sama dan memiliki budaya kerja yang menghargai prestasi serta kontribusi nyata,” ujar Jatmiko.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, PalmCo memperkuat sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui peluncuran PalmCo Corporate Library yang dilengkapi dengan Oil Palm Assistant (OPA)—platform digital yang menghimpun ratusan dokumen operasional serta publikasi ilmiah terkait industri perkebunan.
Platform ini dirancang untuk mempercepat akses terhadap pengetahuan, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan efisiensi operasional di tengah dinamika industri sawit yang semakin kompetitif.
Selain digitalisasi, PalmCo juga mulai menyeragamkan sistem pelaporan keuangan melalui pengesahan Buku Pedoman Akuntansi PTPN IV PalmCo. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) sekaligus mengurangi disparitas pencatatan antarunit kerja setelah integrasi perusahaan.
Di sisi lain, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Sejumlah unit operasional PalmCo berhasil meraih predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di antaranya PKS Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, atas capaian dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Direktur Strategy & Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menekankan bahwa tuntutan pasar global terhadap produk sawit kini tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga transparansi tata kelola dan komitmen terhadap keberlanjutan.
“Industri perkebunan saat ini dituntut mampu menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan komitmen lingkungan. Karena itu, transformasi tidak bisa hanya berhenti pada aspek operasional,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, PalmCo juga memberikan penghargaan kepada sejumlah unit usaha terbaik, mulai dari kebun kelapa sawit, kebun karet, pabrik kelapa sawit, hingga unit teh dan plasma. Penghargaan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya kompetisi yang sehat dan produktif di seluruh lini operasional.
Lebih dari sekadar agenda internal, PalmCo juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan efek berganda bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja serta penguatan ekonomi lokal. Perusahaan menyatakan akan terus memperluas peluang kerja melalui pengembangan komoditas unggulan seperti sawit, karet, teh, dan kopi, termasuk melalui kemitraan bersama petani dan penguatan hilirisasi industri.
“Kami ingin pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan terbukanya peluang ekonomi baru di daerah,” kata Jatmiko.
Di tengah tantangan industri perkebunan yang dihadapkan pada fluktuasi harga global, tekanan isu lingkungan, dan tuntutan efisiensi, langkah transformasi yang ditempuh PalmCo mencerminkan arah baru pengelolaan industri sawit nasional—tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama daya saing jangka panjang.(Red)*