“Pasca-merger, kami harus memastikan seluruh entitas bergerak dengan standar yang sama dan memiliki budaya kerja yang menghargai prestasi serta kontribusi nyata,” ujar Jatmiko.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, PalmCo memperkuat sistem digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui peluncuran PalmCo Corporate Library yang dilengkapi dengan Oil Palm Assistant (OPA)—platform digital yang menghimpun ratusan dokumen operasional serta publikasi ilmiah terkait industri perkebunan.
Platform ini dirancang untuk mempercepat akses terhadap pengetahuan, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan efisiensi operasional di tengah dinamika industri sawit yang semakin kompetitif.
Selain digitalisasi, PalmCo juga mulai menyeragamkan sistem pelaporan keuangan melalui pengesahan Buku Pedoman Akuntansi PTPN IV PalmCo. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) sekaligus mengurangi disparitas pencatatan antarunit kerja setelah integrasi perusahaan.
Di sisi lain, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Sejumlah unit operasional PalmCo berhasil meraih predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di antaranya PKS Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, atas capaian dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Komentar