Ketua tim dosen, La Diadhan Hukama, menegaskan pentingnya keterampilan kerajinan tangan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Kami ingin para ibu tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga menyadari bahwa keterampilan seperti makrame memiliki nilai ekonomi. Ini bisa menjadi awal munculnya usaha-usaha kecil yang berangkat dari rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata peran kampus dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“FEB Universitas YARSI berkomitmen untuk terus hadir melalui pelatihan yang aplikatif, mudah dipraktikkan, dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Pihak sekolah SPS Bunga Harapan menyambut baik kegiatan ini, melihat besarnya potensi yang bisa dikembangkan dari keterampilan sederhana namun bernilai jual tersebut.
Dengan terselenggaranya pelatihan makrame ini, FEB Universitas YARSI berharap kreativitas masyarakat, khususnya para ibu, dapat berkembang dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga melalui produk kerajinan yang semakin diminati.(*/hel)
Komentar