Seputar Publik Jakarta, — Hari kedua Coaching Clinic Master Class MTN Lab yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali berlangsung intens dan inspiratif. Kali ini, para peserta dilatih untuk menjadi penyunting bagi karya mereka sendiri melalui materi bertema swasunting dan penyuntingan profesional.
Menurut anggota Komite Sastra DKJ sekaligus PIC Program Sayembara Novel DKJ 2025, Dewi Kharisma Michellia, sikap rendah hati adalah kunci bagi seorang penulis. Ia mencontohkan, bahkan penulis kelas dunia seperti Alice Munro masih menyunting karya lamanya demi hasil yang lebih baik.
“Banyak penulis besar yang terus belajar menyunting karya mereka. Jadi, mari kita punya sikap bijak yang sama: tidak pernah berhenti belajar,” ujar Dewi.
Materi hari kedua dipandu dua penyunting profesional, Dwi Ratih Ramadhany dan Ninus Andarnuswari. Keduanya membekali peserta dengan prinsip dasar penyuntingan, cara membaca ulang karya secara kritis, memperbaiki alur dan kalimat, hingga menjaga konsistensi gaya dan kedalaman tulisan.
Dwi Ratih menekankan tiga hal penting dalam proses penyuntingan: konsistensi, sudut pandang, dan konstruksi kalimat.
"Hilangkan kalimat repetitif, kata klise, atau kalimat kesayangan penulis yang tak punya peran penting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar penulis tidak merasa karyanya sempurna.
“Pembaca sekarang pintar. Jadi, jangan anggap pembaca bodoh. Penulis harus terbuka pada masukan dan kerja kolektif bersama editor,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Ninus Andarnuswari mengingatkan bahwa manusia justru istimewa karena ketidaksempurnaannya.
“AI bisa membantu, tapi tak bisa menggantikan intuisi dan emosi manusia. Lewat novel, kalian bisa bereksperimen dengan cara yang tidak bisa dilakukan mesin,” ujarnya.
Ninus juga berharap para penulis bisa menemukan editor yang menjadi teman diskusi, bukan sekadar korektor.
“Editor yang baik bisa menegosiasikan naskah kalian sampai ke tahap pemasaran dan advokasi naskah,” tambahnya.
Sesi hari kedua ditutup dengan pesan dari Koordinator MTN Sastra DKJ, David Irianto, yang meminta peserta tetap antusias menyambut hari terakhir.
“Besok kita bahas soal intelektual properti materi penting agar karya teman-teman bisa bersinar, baik di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya menutup sesi.
Kegiatan Master Class MTN Lab ini merupakan bagian dari rangkaian Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2025, yang diikuti oleh 15 penulis terpilih dari lebih dari seribu pendaftar.(*/hel)