Seputarpublik.com, JAKARTA — Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat program hilirisasi nasional dengan menyiapkan pembangunan pabrik kelapa terintegrasi dan pabrik pengolahan pala bernilai ratusan miliar rupiah, (25/3 2026).
Program strategis ini merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan melalui Danantara. Dalam implementasinya, PTPN I ditunjuk sebagai pelaksana operasional untuk pengembangan industri hilir komoditas kelapa dan pala.
Sebagai bentuk kesiapan, PTPN I dijadwalkan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar serta pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar pada Sabtu (28/3/2026). Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan peresmian sejumlah proyek hilirisasi lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, yang turut dihadiri Presiden.
Selain proyek tersebut, pemerintah juga akan meresmikan program peremajaan (replanting) komoditas perkebunan seperti kopi, lada, kakao, dan jambu mete seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia, dengan dukungan anggaran sebesar Rp9,9 triliun.
Dua proyek utama yang menjadi tanggung jawab PTPN I akan dibangun di atas lahan seluas 11 hektare di Kebun Awaya, Kabupaten Maluku Tengah. Pabrik kelapa terintegrasi dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 300.000 butir kelapa per hari, dengan produk utama berupa Medium-Chain Triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif.
Sementara itu, pabrik pengolahan pala akan difokuskan pada produksi oleoresin berkualitas tinggi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor global.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas industri ini bukan hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengangkat kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Hilirisasi ini bukan sekadar meningkatkan nilai tambah, tetapi menjadi lompatan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan agraris dunia sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek ini juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sejalan dengan target pemerintah menciptakan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru di sektor hilirisasi perkebunan dalam dua tahun ke depan.
Dalam pelaksanaannya, PTPN I akan mengoptimalkan skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan mitra strategis guna memastikan efisiensi investasi, transfer teknologi, serta penerapan standar operasional yang profesional dan berkelanjutan.
Melalui sinergi dengan Danantara, PTPN I berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Holding Perkebunan Nusantara dalam mendorong hilirisasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan Indonesia.(Adv)*