Seputarpublik.com, BONE — Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari PTPN III (Persero), terus mengakselerasi peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pengembangan ekosistem peternakan terintegrasi di wilayah Indonesia Timur, tepatnya di Kebun Camming, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (2/4/2026), sebagai bagian dari upaya membangun sistem industri peternakan ayam yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PT Perkebunan Nusantara I, PT Berdikari, serta PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut mengintegrasikan potensi lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang efisien dan berdaya saing tinggi.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi BUMN dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.
“Kerja sama ini adalah bentuk sinergi untuk kemaslahatan bersama. Kami mendukung penuh pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock yang ditargetkan dapat beroperasi dalam satu tahun ke depan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Makmun, menyampaikan bahwa proyek ini mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat dipercepat.
“Kami sepakat untuk bergerak cepat. Penandatanganan kerja sama di lokasi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat seluruh proses perizinan, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Dari sisi mitra, PT Berdikari juga menyatakan kesiapan dalam mendukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi peternakan dan distribusi hasil produksi. Sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis mitra dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program hilirisasi ini.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pengembangan proyek. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup, turut memperkuat optimisme bahwa program ini akan menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi di Indonesia.
Sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi strategi utama dalam menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(Adv)*