Beranda
Seputar Publik / Berita

Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Genjot Produktivitas Kebun di Lampung

Kunjungan kerja Operation Head ke Unit Padang Ratu dan Bekri fokus pada pemeliharaan tanaman, efisiensi panen, serta penguatan disiplin operasional.
PTPN IV Regional VII memperkuat pengawasan operasional melalui kunjungan kerja ke kebun di Lampung. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi panen, serta menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. PTPN IV Regional VII memperkuat pengawasan operasional melalui kunjungan kerja ke kebun di Lampung. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi panen, serta menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Seputarpublik.com, LAMPUNG – PTPN IV Regional VII, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat pengawasan operasional guna menjaga kinerja dan meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, ke wilayah operasional kebun di Lampung, tepatnya di Unit Padang Ratu dan Unit Bekri.

Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung kondisi tanaman, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, serta kesiapan tim operasional dalam mendukung pencapaian target produksi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara manajemen regional dan jajaran kebun untuk menyelaraskan langkah kerja secara terintegrasi.

Dalam arahannya, Budi Susilo menegaskan bahwa pengawalan produksi merupakan tanggung jawab bersama seluruh karyawan.

“Pengawalan produksi harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh unsur karyawan kebun. Setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan operasional berjalan optimal sehingga target produksi dapat tercapai,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM), khususnya melalui kegiatan tunasan. Menurutnya, pengelolaan tunasan yang disiplin dan terstruktur akan berdampak langsung terhadap kelancaran proses panen.

“Pemeliharaan TM seperti tunasan harus dikawal dengan baik untuk mempermudah panen serta meningkatkan efektivitas premi progresif, yang pada akhirnya mendorong efisiensi dan produktivitas,” tegasnya.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebagai fondasi produksi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya kegiatan kastrasi serta pengendalian hama dan penyakit secara disiplin dan berkelanjutan.

“Pemeliharaan TBM harus dilakukan secara serius. Kastrasi dan pengendalian hama penyakit harus berjalan konsisten agar pertumbuhan tanaman optimal dan masa panen dapat dicapai sesuai target,” jelasnya.

Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi standar operasional di lapangan, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing unit. Diskusi antara manajemen dan tim kebun diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja.

Sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan disiplin operasional dan peningkatan kualitas pemeliharaan tanaman menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

Melalui langkah ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan efektif dan efisien. Sinergi antara manajemen dan karyawan menjadi fondasi utama dalam mendorong pencapaian target perusahaan.

Dengan pengawalan yang konsisten dan implementasi strategi yang tepat, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun serta memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.(Adv)*