
Iwan menjelaskan, selain menyelesaikan permasalahan yang ada di Lebak, dia mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo. Tugas itu adalah terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) agar berjalan lancar, masalah stunting, kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi.
“Berikan saya waktu dan ruang guna meramu bagaimana perencanaan ke depan untuk Lebak,” ujarnya.
Lanjut Iwan, momentum pilkada serentak menuntut semuanya melakukan penyusunan dokumen secara serentak. Bagaimana RPJPD harus tepat waktu, RPJMD teknokratik menjadi dasar, nanti kepala daerahnya menyusun visi misi.
“Kalau RPJMD-nya tidak diselesaikan oleh kami di tataran pemda tentu misi akan lepas dari apa yang sudah direncanakan. Jadi banyak hal yang perlu kita lakukan,” jelasnya.
Oleh karena itu, Iwan meminta mahasiswa dan masyarakat memberi waktu untuknya bekerja. Iwan juga memastikan kinerjanya akan selalu dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Setiap 3 bulan saya dievaluasi bagaimana kinerja saja oleh Kemendagri, jika dinilai tidak memuaskan, dipastikan dievaluasi oleh Kemendagri,” tuturnya.
Diketahui, puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa sehari setelah Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi mengundurkan diri dari jabatannya dan mahasiswa Lebak menilai pasangan Iti dan Ade meninggalkan banyak maslah dengan beberapa program mulai Pendidikan, kesehatan sampai pelayanan publik belum memuaskan. (*)
Komentar