Seputar Publik / Nusantara

Polemik Turunnya Harga Jagung di Pulau Sumbawa Mengundang Reaksi Elemen Masyarakat

“Saya terpaksa jual dengan harga dibawah Rp 3000/Kg tapi dengan kondisi jagung basah dengan kadar air 25-20 persen setelah panen. Kami terpaksa melakukannya karena kami tak punya tempat untuk mengeringkan jagung,” ungkapnya.

Walaupun mengalami kerugian, dirinya bersyukur bisa panen dan membayar hutang, karena ada juga jagung yang diserang hama dan puso jadi gagal panen. Dikatakan bahwa harga jagung untuk tahun ini sangat jauh dari harapan mereka para petani jagung. Para petani jagung berharap, hasil panen jagung tetap dihargai Rp5.000 per kilogram walaupun dalam kondisi basah/tanpa melihat kadar airnya seperti yang terjadi pada tahun lalu, sehingga para petani jagung bisa mendapatkan/menikmati keuntungan saat panen.

Petani jagung juga mengharapkan agar Pemerintah bersama para stakeholder lainnya yang terkait agar mengerti kondisi mereka dilapangan saat ini dengan segala macam permasalahan yang dihadapinya. Sehingga Pemerintah dengan para stakeholder terkait tersebut dapat dengan segera menentukan kebijakan/rumusan pemecahan permasalahan rendahnya harga jagung tersebut. Apabila permasalahan ini dapat dengan segera ditangani maka keamanan dan kondusifitas wilayah khususnya di Kab. Dompu, Kab. Bima dan Kota Bima yang diinginkan bersama dapat terwujud terlebih menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 ini.

( F72)

Tulis Komentar

Komentar