Patung tersebut dibuat oleh pematung Teguh Ostenrik, sementara desain arsitektur kawasan dirancang oleh arsitek Yori Antar.
Selain itu, taman ini ditanami sekitar 285 pohon dari 12 jenis tanaman, termasuk beberapa pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi.
Dibuka 24 Jam Tanpa Dana APBD
Pramono menegaskan bahwa pembangunan taman ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, proyek tersebut merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan (SP3L).
“Pembangunan taman ini sepenuhnya merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta sehingga tidak menggunakan dana APBD,” ujarnya.
Taman Bendera Pusaka juga dibuka selama 24 jam dan dilengkapi dengan CCTV serta sistem keamanan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
Warga Diimbau Gunakan Transportasi Publik
Terkait akses menuju lokasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi publik saat berkunjung.
Hal ini karena kawasan taman berada tidak jauh dari pusat transportasi di wilayah Blok M yang mudah dijangkau dari berbagai arah.
“Jika semua datang menggunakan kendaraan pribadi, tentu kapasitas parkir tidak akan mencukupi,” kata Pramono.
Ia berharap keberadaan Taman Bendera Pusaka dapat menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat sekaligus menambah ruang terbuka hijau di Jakarta.(*/hel)
Komentar