“Kalau konstruksinya seperti ini memang dua kali lebih mahal, tapi saya kira untuk pemakaian, mungkin bisa lebih dari 10 tahun akan baik, karena kalau pakai aspal hampir mungkin nggak ada dua tahun rusak lagi, hampir dua tahun nggak beres lagi,” ucap Presiden.
Presiden berharap dengan konstruksi baru, jalan yang menghubungkan Solo-Purwodadi akan bertahan lama.
“Karena ini konstruksinya, tebalnya yang untuk mejanya saja 10 cm, di atasnya ada lagi 25 cm, cor lagi,” jelasnya.
Dia mengatakan secara jangka pendek perbaikan jalan dengan sistem konstruksi tersebut cukup mahal, namun secara jangka panjang akan lebih murah. Menurutnya sistem konstruksi itu hanya akan diterapkan pemerintah pada jalan-jalan yang tanahnya labil.
Lebih jauh Jokowi menjelaskan bahwa tahun ini pemerintah tengah gencar mempercepat perbaikan jalan-jalan provinsi, kabupaten dan kota yang dibagi dengan dua tahap, dengan anggaran masing-masing tahap Rp7 triliun.
“Yang kita (pemerintah) anggarkan pada tahap pertama ini Rp7 triliun, nanti tahapan kedua Rp7 triliun untuk tahun ini,” tutur Jokowi.
Komentar