Seputarpublik.com || CIANJUR — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Perkebunan Nusantara I resmi menginisiasi penyiapan lahan strategis untuk pengembangan budidaya bawang putih di Jawa Barat sebagai langkah konkret mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Inisiatif tersebut dimulai di kawasan Perkebunan Teh Gedeh, Cianjur, sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dalam implementasinya, PTPN I menjalankan mandat ganda yang terintegrasi, yakni mendukung target produksi pangan nasional sekaligus menjaga amanat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam memulihkan fungsi ekologis kawasan perkebunan teh sebagai benteng kelestarian lingkungan.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, saat meninjau langsung Kebun Gedeh pada Minggu (10/5/2026), menegaskan bahwa integrasi komoditas pangan dan konservasi lingkungan harus dijalankan secara seimbang dengan perencanaan teknis yang presisi.
“PTPN I berkomitmen mendukung program swasembada pangan tanpa mengabaikan aspek konservasi. Tanaman teh tetap menjadi bisnis utama yang harus terlindungi. Budidaya bawang putih di area ini wajib disertai pengamanan teknis yang ketat agar kawasan tetap terjaga dari risiko erosi,” ujar Denaldy di hadapan para petani penggarap.
Sebagai tahap awal, PTPN I menyiapkan lahan seluas 3 hingga 200 hektare di Kebun Gedeh dengan agenda groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Area tersebut merupakan lahan yang masa Perjanjian Kemitraan Masyarakat Desa (PMDK) telah berakhir dan kini dioptimalkan untuk mendukung program strategis nasional.
Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan tujuh unit perkebunan teh di bawah koordinasi Regional 2 guna menjawab target kebutuhan lahan dari Kementerian Pertanian yang mencapai 10.000 hektare di wilayah Jawa Barat.
PTPN I juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kepercayaan masyarakat sekitar. Dalam dialog lapangan, Ketua Kelompok Tani, Suhendar, turut memberikan masukan berdasarkan pengalaman program serupa yang pernah dijalankan pada 2017–2018 sebagai bahan evaluasi bersama.
Menanggapi hal tersebut, manajemen memastikan bahwa pola kerja sama kali ini akan dirancang lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Langkah strategis PTPN I di Kebun Gedeh diharapkan menjadi prototipe bagaimana korporasi negara mampu menyelaraskan kebutuhan ketahanan pangan nasional dengan upaya menjaga “sabuk hijau” Jawa Barat tetap lestari, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan lingkungan dan ancaman bencana alam.(Adv)*