Selain menjadi sarana edukasi, kehadiran Bosscha Cafe diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan memperkuat brand awareness Teh Walini, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan perusahaan.
Sejumlah pengunjung pun memberikan apresiasi atas konsep yang diusung kafe ini. Siska, warga asal Soreang, Bandung, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda.
“Tidak menyangka, ke kafe ini ternyata bisa sekaligus dapat pengetahuan baru. Saya bisa melihat foto-foto perkebunan teh yang indah, dan mendapat penjelasan langsung dari barista. Jadi, tidak hanya sekadar minum, tapi juga dapat cerita di balik secangkir teh,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Adi, pengunjung lainnya.
“Ini ide yang cerdas. Sambil santai, kita bisa belajar sejarah dan lebih mengenal produk lokal. Teh Walini yang disajikan juga rasanya enak dan variatif,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, Bosscha Cafe diharapkan dapat menjadi jembatan antara PTPN I Regional 2 dan masyarakat luas. Selain menjadi pusat promosi produk, kafe ini juga dirancang sebagai ruang nyaman bagi karyawan, tamu, maupun masyarakat sekitar untuk bersantai dan berdiskusi.
Bosscha Cafe buka setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kehadirannya menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara untuk menghadirkan inovasi dalam memasarkan produk sekaligus mengedukasi masyarakat. ***
Komentar