Seputarpublik.com || JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), kembali menunjukkan kinerja positif dengan menetapkan pembagian dividen sebesar Rp2,83 triliun atau 40 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Badan Pengelola (BP) BUMN, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Sepanjang tahun buku 2025, PTPN IV PalmCo membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun, meningkat 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,72 triliun. Dengan rasio pembayaran dividen (payout ratio) sebesar 40 persen, total dividen yang disalurkan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp2,83 triliun, atau tumbuh 88,7 persen dibandingkan dividen tahun 2024 sebesar Rp1,5 triliun.
Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan sejumlah indikator keuangan dan operasional. Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp13,27 triliun, meningkat 46 persen dibandingkan Rp9,09 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat Return on Assets (ROA) mencapai 9,2 persen, sementara volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) naik 7,7 persen menjadi 2,74 juta ton.
Dalam RUPST, perwakilan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna yang diwakili Direktur Peningkatan Nilai BUMN Ketahanan Pangan dan Industri Strategis, Rainoc, atas kuasa Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja perusahaan yang dinilai merupakan hasil kerja seluruh jajaran manajemen dan karyawan.
Meski demikian, pemegang saham juga mendorong perusahaan untuk terus memperkuat mitigasi risiko, meningkatkan efektivitas investasi, serta melakukan langkah-langkah perbaikan yang terukur agar kinerja operasional ke depan semakin optimal.
Menanggapi keputusan tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa pembagian dividen merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada negara sekaligus cerminan keberhasilan transformasi bisnis yang terus dijalankan.
> "RUPST telah menyetujui alokasi 40 persen dari laba bersih sebagai dividen sebesar Rp2,83 triliun. Laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun meningkat 90,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,72 triliun," ujar Jatmiko di Jakarta.
Ia menjelaskan, peningkatan laba tidak semata-mata dipengaruhi oleh kenaikan harga jual rata-rata Crude Palm Oil (CPO) yang mencapai Rp14.223 per kilogram atau naik 10,4 persen dibandingkan tahun 2024, tetapi juga didorong oleh berbagai langkah efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas operasional.
Menurut Jatmiko, manajemen menyadari masih terdapat sejumlah ruang untuk penyempurnaan, khususnya pada aspek operasional, realisasi investasi, dan penguatan manajemen risiko. Oleh karena itu, perusahaan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna meningkatkan daya saing serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
> "Kami menaruh perhatian penuh terhadap arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan agar kinerja operasional maupun realisasi investasi semakin optimal. Dengan demikian, diharapkan nilai dividen yang dapat diberikan kepada pemegang saham pada masa mendatang juga terus meningkat," kata Jatmiko.
Dengan pertumbuhan laba yang kuat, peningkatan efisiensi, serta kinerja operasional yang terus membaik, PTPN IV PalmCo optimistis mampu mempertahankan tren positif sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap negara, pemegang saham, dan pembangunan sektor perkebunan nasional.(Red)*