Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Bidik Ekspor CPO 25%, Gandeng Kemendag Perluas Pasar Global

Porsi ekspor CPO PTPN IV PalmCo meningkat dari sekitar 1% pada 2024 menjadi 10% hingga September 2026. Perusahaan menargetkan ekspor sekitar 759.000 ton pada 2027, sekaligus memperluas pasar internasional di tengah tantangan regulasi keberlanjutan Eropa.
PTPN IV PalmCo bersama Kementerian Perdagangan memperkuat kerja sama strategis untuk memperluas pasar ekspor produk perkebunan Indonesia, dengan target peningkatan porsi ekspor CPO menjadi 25% pada 2027. PTPN IV PalmCo bersama Kementerian Perdagangan memperkuat kerja sama strategis untuk memperluas pasar ekspor produk perkebunan Indonesia, dengan target peningkatan porsi ekspor CPO menjadi 25% pada 2027.

Tidak hanya berfokus pada ekspor skala besar, kerja sama tersebut juga mencakup upaya memperluas manfaat ekonomi bagi daerah penghasil komoditas perkebunan.

Dalam kolaborasi ini, PTPN IV PalmCo disepakati untuk diintegrasikan ke dalam program prioritas Kemendag, yaitu “Desa Bisa Ekspor”.

Miftah menjelaskan bahwa sebagai proyek percontohan (*pilot project*), pemberdayaan produk akan difokuskan pada komoditas gambir di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi produk daerah, memperkuat kapasitas petani, serta mendorong peningkatan daya saing melalui standardisasi dan pengembangan hilirisasi komoditas.

Penguatan sektor hulu menjadi bagian penting karena keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh akses pasar, tetapi juga oleh kualitas produk, konsistensi pasokan, pemenuhan standar, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pembeli internasional.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan ekspor diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah penghasil komoditas.

Perkuat Kolaborasi untuk Ekspor Berkelanjutan

Kerja sama antara PTPN IV PalmCo dan Kemendag diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi berlanjut melalui langkah konkret, mulai dari pemetaan peluang pasar, fasilitasi pertemuan bisnis dengan pembeli internasional, hingga pengembangan kemitraan perdagangan jangka panjang.

Peningkatan volume ekspor, perluasan negara tujuan, serta penguatan standar keberlanjutan menjadi bagian dari upaya yang dapat mendukung daya saing komoditas perkebunan Indonesia.

Dengan target porsi ekspor CPO sebesar 25% pada 2027, PTPN IV PalmCo berupaya memperbesar kontribusi pasar internasional terhadap penjualan perusahaan. Di sisi lain, dukungan Kemendag diharapkan dapat membantu membuka peluang bagi berbagai komoditas perkebunan nasional untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sinergi pemerintah dan pelaku usaha tersebut menjadi salah satu langkah dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global, sekaligus mendorong pengembangan ekspor yang memperhatikan keberlanjutan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(Red.)

**Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang.**

Tulis Komentar

Komentar