Selain optimalisasi pasar domestik dan efisiensi operasional, penguatan penjualan ekspor CPO turut menjadi salah satu faktor pendukung kinerja perusahaan.
Sejalan dengan arahan pemerintah dalam mengoptimalkan penjualan ekspor, PalmCo melakukan penetrasi pasar CPO ke China dan India.
Pada periode 25 Mei hingga 8 Juli 2026, perseroan mencatat realisasi ekspor minyak sawit sebesar 129.500 ton CPO.
Tunda Sebagian Panen Kopi untuk Jaga Kualitas
Di luar komoditas utama kelapa sawit, PTPN IV PalmCo juga melakukan kebijakan teknis pada lini bisnis kopi.
Pada Semester I 2026, perusahaan memutuskan menunda sebagian jadwal panen kopi akibat faktor pergeseran iklim. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga standar kualitas specialty grade dan memastikan tingkat kematangan biji kopi atau petik merah sesuai dengan spesifikasi pasar premium.
Meskipun penyesuaian jadwal panen berdampak terhadap volume produksi, lini bisnis kopi tetap memberikan kontribusi positif dengan mencatat laba bersih sebesar Rp2,49 miliar pada Semester I 2026.
> “Keputusan menunda panen kopi adalah bukti nyata komitmen kami terhadap filosofi kualitas di atas kuantitas. Kami ingin mempertahankan kepercayaan tinggi dari para pembeli terhadap mutu kopi PTPN. Dan terbukti, langkah manajemen yang mengedepankan integritas produk ini tetap mampu memberikan kontribusi laba bagi perseroan,” jelas Jatmiko.
Komentar