Selain itu, pengembangan kompetensi pekerja menjadi salah satu fokus utama guna menjawab tantangan transformasi industri perkebunan nasional yang semakin kompetitif.
Hadirnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU., memberikan legitimasi kuat atas penandatanganan PKB tersebut. Dalam arahannya, ia mengapresiasi PTPN IV PalmCo yang dinilai berhasil menjaga kondusivitas hubungan industrial di masa transisi.
Menurutnya, PKB ini dapat menjadi contoh nasional bagaimana proses merger perusahaan besar tetap mampu mengedepankan dialog konstruktif tanpa mengesampingkan kesejahteraan pekerja.
Menuju Perkebunan Nasional yang Tangguh
PKB tunggal ini juga menjadi langkah awal sinergi menyeluruh pasca merger, di mana seluruh regional PTPN IV PalmCo kini memiliki kompas yang sama dalam menjalankan operasional perusahaan. Budaya kerja yang inklusif dan berkeadilan diharapkan semakin memperkuat peran PalmCo sebagai agen pembangunan nasional.
Selain fokus pada kinerja internal, PTPN IV PalmCo terus memperkuat misi sosial dan kemanusiaan, khususnya di wilayah Sumatra, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan respons kebencanaan. Hubungan industrial yang harmonis menjadi modal utama dalam menjalankan peran strategis tersebut.
Menutup rangkaian acara, Jatmiko K. Santosa mengajak seluruh insan PalmCo untuk menjadikan PKB sebagai pedoman kerja bersama.
“PKB adalah janji bersama untuk tumbuh lebih kuat, lebih efisien, dan lebih sejahtera. Mari kita implementasikan secara konsisten agar menjadi jiwa dalam setiap aktivitas operasional dari hulu hingga hilir,” pungkasnya.
Semangat kolaborasi yang lahir dari Jakarta ini diharapkan menjadi energi baru bagi PTPN IV PalmCo dalam menyongsong tahun 2026 dengan optimisme dan kinerja berkelanjutan. [Red]
Komentar