Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Pasang PLTS di Gereja Katolik Kalbar, Dukung Energi Bersih dan Efisiensi Rumah Ibadah

Menjelang peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026, PTPN IV PalmCo memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Gereja Katolik Santo Kristoforus, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari komitmen transisi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat.
PTPN IV PalmCo memasang PLTS Atap di Gereja Katolik Santo Kristoforus, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata mendukung energi bersih, efisiensi operasional rumah ibadah, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan masyarakat. PTPN IV PalmCo memasang PLTS Atap di Gereja Katolik Santo Kristoforus, Kalimantan Barat, sebagai langkah nyata mendukung energi bersih, efisiensi operasional rumah ibadah, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

Seputarpublik.com || Landak, Kalimantan Barat — Menjelang peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus pada pertengahan Mei 2026, Sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Gereja Katolik Santo Kristoforus Stasi Plasma, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Bantuan yang diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut resmi diserahterimakan pada Selasa (5/5/2026) sebagai upaya mendukung kebutuhan energi rumah ibadah sekaligus membantu menekan biaya operasional gereja melalui pemanfaatan energi bersih berbasis tenaga surya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa pemasangan PLTS Atap tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung efisiensi operasional dan percepatan transisi energi nasional, sejalan dengan arahan pemerintah dalam penguatan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).


Menurutnya, perusahaan perkebunan negara tidak hanya dituntut menjaga produktivitas, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Pemerintah saat ini terus mendorong efisiensi energi dan percepatan penggunaan energi baru terbarukan di berbagai sektor. PalmCo ingin menjadi bagian dari gerakan tersebut melalui langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat. Bantuan PLTS di rumah ibadah ini menjadi simbol bahwa transformasi energi dapat dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Jatmiko Santosa dalam keterangannya.

Dukungan Energi Bersih untuk Rumah Ibadah

PLTS Atap yang dipasang di Gereja Katolik Santo Kristoforus memiliki kapasitas 2.250 Wp dengan inverter 2.000 VA menggunakan sistem on-grid. Sistem ini memungkinkan energi listrik dari panel surya digunakan langsung pada siang hari, sementara kelebihan daya dapat tersalurkan kembali ke jaringan PLN tanpa memerlukan baterai penyimpanan.

Melalui skema tersebut, kebutuhan listrik operasional gereja dapat ditekan secara signifikan, terutama untuk penggunaan lampu, pengeras suara, kipas angin, serta aktivitas pelayanan umat sehari-hari.

Inisiatif ini juga dinilai menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus diperkuat oleh PTPN IV PalmCo di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Tidak hanya berhenti pada instalasi, PalmCo bersama mitra teknis turut memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan dasar kepada pengurus gereja agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.

Perseroan juga membuka peluang agar model bantuan serupa dapat direplikasi di berbagai regional lain yang memiliki kebutuhan serupa, baik untuk fasilitas ibadah maupun fasilitas sosial masyarakat.

Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga non-subsidi golongan R1/2.200 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh, pemanfaatan PLTS tersebut diperkirakan mampu menghasilkan penghematan energi sekitar 236 kWh per bulan. Artinya, gereja berpotensi menghemat sekitar Rp340.949 per bulan atau setara Rp4,09 juta per tahun untuk biaya listrik operasional.

Dorong Efisiensi dan Potensi Replikasi Program

Pengurus Gereja Katolik Santo Kristoforus, Hunin Herdanus, menyambut positif bantuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa biaya listrik selama ini menjadi salah satu pengeluaran rutin gereja yang cukup besar, sehingga kehadiran PLTS Atap dinilai sangat membantu efisiensi operasional harian.

Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris Desa Amboyo Inti, Junaedi, yang menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus berjalan harmonis melalui berbagai program pembangunan sosial yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Bagi PalmCo, program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperluas pemanfaatan energi bersih di kawasan operasional perusahaan. Selain mendukung target keberlanjutan perusahaan, langkah tersebut juga memperkuat posisi PalmCo sebagai BUMN perkebunan yang aktif mendorong praktik bisnis berkelanjutan dan ramah lingkungan hingga tingkat komunitas.

Ke depan, perusahaan membuka peluang pengembangan program serupa pada berbagai fasilitas sosial lain seperti sekolah, klinik, hingga rumah ibadah di berbagai regional operasional PalmCo.

Dengan pendekatan tersebut, manfaat transformasi energi tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat luas secara langsung.

“Kami berharap inisiatif ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bahwa efisiensi energi serta penggunaan energi bersih bisa dimulai dari lingkungan sekitar. PalmCo akan terus hadir melalui program-program yang tidak hanya produktif secara bisnis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” tutup Jatmiko Santosa.(Red)*