Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa sebagian besar hewan kurban berasal dari iuran sukarela karyawan muslim di lingkungan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menambah alokasi melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat kuat. Momentum ini mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus menghadirkan akses protein bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Jatmiko di Jakarta.
Menurutnya, perputaran ekonomi selama perayaan hari raya kurban melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari peternak, pedagang ternak, jasa transportasi, hingga pekerja pemotongan hewan dan pelaku usaha kecil di sekitar distribusi.
“Ada banyak pihak yang mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas ini. Mulai dari peternak desa, sopir pengangkut ternak, pedagang pasar hewan, hingga usaha kecil yang terlibat dalam distribusi,” tuturnya.
Di lapangan, proses penyembelihan dilakukan secara serentak di sejumlah unit kerja perusahaan dengan pengawasan kesehatan hewan serta penerapan standar kebersihan yang ketat. Salah seorang petugas panitia pelaksana kurban di Pekanbaru, Azwar Matondang, mengatakan bahwa seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong.
Komentar