Hasil pendampingan tersebut tercermin dari produktivitas kebun mitra yang saat ini rata-rata mencapai 20,18 ton per hektare. Angka tersebut berada di atas standar 19 ton per hektare yang disebut menjadi acuan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Selain pendampingan budidaya, PTPN IV PalmCo juga telah menyalurkan 6,8 juta bibit sawit unggul bersertifikat. Sementara itu, kegiatan peremajaan kebun sawit rakyat oleh PalmCo telah mencakup lebih dari 47.000 hektare lahan.
Jatmiko mengatakan peningkatan produktivitas diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Ia mencontohkan, dari sekitar 19.000 hektare areal kemitraan yang telah memasuki masa menghasilkan dengan produksi TBS di atas standar nasional, petani mitra tercatat mampu memperoleh sisa hasil usaha (SHU) rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan.
Sementara itu, sejumlah KUD mitra PalmCo yang menaungi para petani disebut telah memiliki saldo kas tahunan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
“Ini menjadi contoh yang ingin terus kami replikasi agar seluruh areal kemitraan kami yang totalnya mencapai 52 ribu hektare, termasuk untuk kebun-kebun mitra lain ke depannya, bisa mendapatkan tingkat kesejahteraan yang sama,” ujar Jatmiko.
Komentar