Seputarpublik.com, LEBAK BANTEN — Sejumlah relawan dapur dalam program MBG yang bertugas di dapur SPPG Kadudamas, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, menyampaikan aspirasi terkait kebijakan rotasi tugas yang dinilai terlalu sering dilakukan tanpa kejelasan waktu maupun alasan yang rinci, Minggu (26/4/2026).
Salah satu relawan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir dirinya mengalami perpindahan penugasan ke berbagai bagian, mulai dari persiapan hingga pengolahan.
“Baru mulai terbiasa di satu bagian, kemudian dipindahkan lagi ke bagian lain, sehingga harus terus beradaptasi,” ujarnya.
Menurut para relawan, frekuensi perpindahan yang tinggi berpotensi menghambat pengembangan keterampilan di bidang tertentu, sekaligus memengaruhi kelancaran operasional dapur secara keseluruhan. Mereka berharap adanya sistem penempatan yang lebih terencana, dengan mempertimbangkan pengalaman dan keahlian masing-masing relawan.
Selain itu, relawan juga mengharapkan adanya komunikasi yang lebih terbuka dari pihak pengelola terkait kebijakan rotasi tugas, sehingga setiap perubahan dapat dipahami secara jelas.
“Kami tetap berkomitmen untuk berkontribusi maksimal, namun diperlukan kejelasan agar dapat bekerja dengan lebih nyaman dan fokus,” ujar relawan lainnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak pengelola SPPG diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap mekanisme penugasan relawan guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Para relawan berharap ke depan terdapat kebijakan yang lebih konsisten dan transparan, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal dalam mendukung program yang dijalankan.(AN)
Komentar