> “Tadi ada kondisi rumah rusak ringan, tapi sawahnya habis. Maka bisa diberikan stimulan ekonomi Rp5 juta sambil menunggu program revitalisasi sawah dari Kementerian Pertanian,” jelas Tito.
Untuk memulihkan perekonomian warga terdampak, pemerintah juga menjalankan program revitalisasi sawah melalui Kementerian Pertanian di tiga provinsi terdampak bencana. Selain itu, warga yang mengalami penurunan kondisi ekonomi pascabencana dapat diintegrasikan ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) agar memperoleh bantuan sosial secara berkelanjutan sesuai kebijakan kepala daerah.
Guna memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, Tito meminta pemerintah daerah tidak menunda pengiriman data, melainkan mengirimkan secara bertahap kepada gubernur untuk diteruskan ke Kementerian Sosial dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
> “Nanti data itu kita sampaikan ke Menteri Sosial dan akan segera dieksekusi anggarannya, khususnya untuk bantuan perabotan,” tegasnya.
Tito bahkan menegaskan akan mengumumkan daerah yang belum menyerahkan data** hingga batas waktu yang ditentukan sebagai bentuk dorongan akuntabilitas dan percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
> “Karena ini butuh kecepatan. Menteri Sosial juga menunggu data dari kita,” tandasnya.
Peresmian huntara di Kabupaten Agam turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis. [Red]
Puspen Kemendagri
Komentar