Seputarpublik.com || JAKARTA – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) memperkuat perannya sebagai pusat riset dan inovasi perkebunan dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) untuk mendukung percepatan swasembada gula nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Riset dan Inovasi Komoditas Tebu serta Pemanfaatan Hasilnya bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan PT Triasindo Agro Sejahtera di Gedung Graha Nusa Tiga – Head Office Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Kerja sama trilateral tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan riset, industri, dan implementasi lapangan dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan komoditas tebu nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara.
Penandatanganan MoU dihadiri Mayjen TNI Helda Risman, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik; Francisco Richard, Direktur Utama PT Triasindo Agro Sejahtera; Dimas Eko Prasetyo, Direktur Strategi dan Sustainability PT Sinergi Gula Nusantara; serta Dr. Iman Yani Harahap, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara.
Produktivitas Lahan Jadi Kunci
Kerja sama tersebut berlangsung di tengah dorongan percepatan swasembada gula nasional. Dalam konteks itu, peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga optimalisasi produktivitas lahan yang sudah tersedia, baik dari sisi kuantitas (quantity base) maupun kualitas (quality base).
Mayjen TNI Helda Risman menekankan pentingnya membangun ekosistem pergulaan nasional yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi petani.
«“Kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan gula nasional idealnya dapat dicapai tanpa harus membuka lahan baru dalam skala yang terlalu besar. Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan yang sudah ada,” ujarnya.»
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, SGN akan melaksanakan demonstration plot di tiga wilayah, yakni Lampung Utara/Bungamayang, Kendal, Jawa Tengah, dan Lumajang, Jawa Timur.
Demonstration plot tersebut akan menerapkan dua metode tanam, yaitu Plant Cane dan Ratoon, sebagai bagian dari pengujian pendekatan budidaya tebu.
Direktur Strategi dan Sustainability SGN, Dimas Eko Prasetyo, mengatakan inovasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan, terutama dalam menghadapi perluasan pengelolaan lahan tebu SGN.
«“SGN saat ini menguasai sekitar 60 ribu hektare dan ke depan, setelah proses spin-off rampung, penguasaan lahan ditargetkan mencapai hampir 80 ribu hektare yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, diperlukan inovasi dan praktik budidaya yang dapat direplikasi serta memberikan dampak nyata terhadap produktivitas,” jelas Dimas.»
RPN Dorong Riset Terukur dan Teruji
Sementara itu, Direktur RPN, Iman Yani Harahap, menegaskan kesiapan RPN mendukung kolaborasi melalui kapasitas riset yang dimiliki perusahaan.
Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), RPN memiliki unit penelitian perkebunan melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI). Kapasitas tersebut menjadi salah satu basis RPN dalam mendorong kolaborasi penelitian dengan pendekatan yang konservatif, terukur, dan teruji.
«“Kolaborasi trilateral ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama riset dan menghasilkan inovasi yang dapat menjawab tantangan budidaya tebu saat ini. Hasil riset yang diperoleh nantinya tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tebu,” kata Iman.»
Kerja sama RPN, SGN, dan Triasindo Agro Sejahtera diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem pergulaan nasional.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga peningkatan kualitas tebu, efisiensi industri, penguatan hubungan pabrik gula dengan petani, serta pemanfaatan hasil riset secara lebih luas.
Melalui kolaborasi antara riset, industri, dan implementasi lapangan, RPN menegaskan komitmennya untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai salah satu fondasi penguatan industri gula nasional.
Dari hasil penelitian yang teruji hingga penerapan di lahan, RPN mendorong agar inovasi dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung percepatan swasembada gula Indonesia.(Adv)*