Seputar Publik / Berita

Sambut 1 Muharram 1448 H, Lapas Narkotika Jakarta Gelar Dzikir Akbar dan Santunan Anak Yatim

Ratusan warga binaan mengikuti pawai obor, doa, dan dzikir bersama sebagai momentum hijrah spiritual serta penguatan pembinaan kepribadian di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar pawai obor, dzikir akbar, dan santunan anak yatim dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai bagian dari pembinaan spiritual warga binaan. Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta menggelar pawai obor, dzikir akbar, dan santunan anak yatim dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai bagian dari pembinaan spiritual warga binaan.

“Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Saya berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan kegiatan ini sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat semangat untuk berubah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur dalam menyambut pergantian tahun baru Islam.

Pemberian santunan diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima serta menjadi bagian dari nilai-nilai kepedulian yang terus ditanamkan dalam lingkungan pemasyarakatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Manaf. Dengan penuh kekhusyukan, seluruh peserta melantunkan dzikir, istighfar, dan doa bersama untuk memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Suasana religius dan penuh kekhidmatan mewarnai jalannya kegiatan hingga selesai. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, produktif, dan penuh keberkahan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam membangun karakter warga binaan melalui pendekatan spiritual, sehingga mampu mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.(Gama'L)*

Tulis Komentar

Komentar