Seputarpublik.com, JAKARTA — Lebih dari 10.000 umat Buddha memadati kawasan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam gelaran Gema Waisak Piṇḍapāta Nasional 2026, Minggu (10/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE).
Kegiatan spiritual tahunan yang menghadirkan 78 Bhikkhu dari Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) ini tidak hanya menjadi simbol penguatan nilai keagamaan, tetapi juga menonjolkan semangat kepedulian sosial dan kebersamaan lintas elemen masyarakat.
Melalui prosesi Piṇḍapāta, para Bhikkhu berjalan khidmat menerima persembahan umat berupa makanan kering, obat-obatan, serta kebutuhan pokok yang selanjutnya akan didedikasikan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bakti kesehatan berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan Traditional Chinese Medicine (TCM), serta aksi pelestarian lingkungan melalui pelepasan satwa (fangshen) dan penuangan eco enzyme.
Ketua Panitia Piṇḍapāta Nasional 2026, Daniel Djohan, menegaskan bahwa tradisi kemurahan hati dalam Waisak harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Waisak bukan hanya membawa kebahagiaan bagi umat Buddha, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan bersama. Apa yang dipersembahkan umat akan kembali didedikasikan untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama RI, Ditjen Bimas Buddha, PPK Kemayoran, serta unsur Forkopimda DKI Jakarta, sekaligus menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya nilai berbagi sebagai inti dari ajaran kemanusiaan dan spiritualitas.
“Piṇḍapāta adalah latihan untuk memberi. Siapa yang rajin memberi, akan merasakan keberkahan dalam hidupnya. Ini bukan hanya nilai spiritual, tetapi juga pelajaran sosial tentang kepedulian dan kemurahan hati kepada sesama,” tutur Menteri Agama.
Menurutnya, tradisi seperti Piṇḍapāta menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan saling membantu merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan bangsa.
Dengan ribuan umat yang hadir serta dukungan lintas agama dan lintas sektor, Gema Waisak Piṇḍapāta Nasional 2026 tidak hanya menjadi perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga pesan damai yang menegaskan wajah Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta persatuan dalam keberagaman.(Red)*
Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, hadiri Gema Waisak Piṇḍapāta 2026 di Kemayoran, 10.000 Umat Buddha Rayakan Waisak dengan Aksi Sosial dan Semangat Berbagi