“Saya contohkan masalah tanah, itu saya lihat masih manual dalam pungutannya. Padahal jika kita gunakan sistim elektronik kan bisa memudahkan, dan enggak bolong-bolong kayak sekarang. Ini belum lagi beberapa potensi PAD yang tidak disentuh,” kata Cucu Maulana Syeikh TGKH M. Zainuddin Abdul Majid itu pada media.
Lebih lanjut dikatakannya Syamsul Luthfi, bahwa Lombok Timur yang dipercaya menjadi objek vital dengan Konsep Wisata Religi dan Wisata Halal serta sejumlah tempat wisata menarik lainnya. Namun dari sisi PAD, justru terjadi sebuah anomali.
“Kenapa Lombok Timur seperti ini. Itu yang memotivasi kami maju. Kami ingin punya pengalaman dan adanya kewenangan jika dipercaya memimpin, tentunya akan dapat memberi kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Timur agar Lebih Maju dan Harmonis,” ujar Anggota DPR RI 2 Periode itu.
Menurut dia, dengan pengalamanya Pernah menjabat sebagai Wakil Bupati, Sebagai Ketua DPRD Lotim serta sebgai Anggota DPR RI 2 Periode, tentunya hal tesebut akan mampu menjadi modal yang kuat untuk berbagi Ilmu, Ide dan gagasan serta Pengalaman dan Jaringan dalam rangka membenahi Lombok Timur.
Mengingat, lanjut Syamsul Luthfi, dengan calon wakil bupati yakni H. Abdul Wahid yang sedang menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi NTB, tenturnya pengalamannya di legislatif akan mampu menjadi sebuah perpaduan yang menarik untuk masyarakat Lombok Timur.
“Saya dengan Pak Wahid ini perpaduan politisi dan birokrasi serta Pengusaha, Kami paket komplit dalam pemerintahan. Kami paham bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat,” tegas Luthfi nama akrab Calon Bupati Lombok Timur itu.
Pasangan dengan tagline “Maju dan Harmonis” itu mengaku sudah siap dari segala hal. Baik itu strategi maupun modal.
“Namun, untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan itu saja, tapi juga melihat figur dan ide serta gagasan,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa penerimaan Lombok Timur saat ini dinilainya masih sangat kecil. Padahal, dari sektor pariwisata yang memiliki komponen pajak hotel dan restoran, harusnya bisa optimal dilakukan.
“Masalah Lombok Timur hari ini, karena kita tidak punya database. Inilah yang menjadi akar masalah sehingga data penerima daerah itu dipermainkan,” jelas Syamsul Luthfi yang juga kakak kandung TGB HM Zainul Majdi itu.(Yyt)
Komentar