Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan tersebut bukan merupakan kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anggota organisasi dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
“Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan kita semua—para pekerja yang berjuang bersama. Amanah ini saya terima dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab. Lima tahun ke depan, kita akan memperkuat kebersamaan, meningkatkan perlindungan hukum bagi setiap anggota, memperjuangkan upah yang layak, serta menjadikan FSP KEP sebagai organisasi yang semakin mandiri, tangguh, dan berpengaruh,” ujar Siruaya di hadapan ratusan peserta Munas VII FSP KEP.
Siruaya, yang berasal dari Tanggamus, Lampung, menyampaikan sejumlah fokus perjuangan untuk periode kepemimpinannya, antara lain memperkuat kebersamaan organisasi, meningkatkan perlindungan hukum bagi anggota, serta memperjuangkan kesejahteraan dan upah yang layak bagi pekerja.
Siapkan Penguatan Organisasi Lima Tahun ke Depan
Munas VII FSP KEP ditutup dengan harapan dan komitmen baru bagi perjalanan organisasi. Di bawah kepemimpinan Siruaya Utamawan untuk periode 2026–2031, seluruh jajaran diharapkan dapat memperkuat persatuan dan menjalankan agenda perjuangan demi terwujudnya pekerja Indonesia yang sejahtera, adil, dan bermartabat.
Selain menjabat sebagai Ketua Umum FSP KEP KSPI, Siruaya Utamawan juga tercatat sebagai Ketua Harian Media Online Indonesia (MOI) dan Wakil Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA).
Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran FSP KEP dalam memperjuangkan aspirasi pekerja, khususnya di sektor kimia, energi, dan pertambangan, melalui kerja organisasi yang terarah dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(Redaksi.)*
Komentar